Pekan Ceria Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat Perkuat Sinergi Program Tahfizh dan Pendidikan Formal
Padang Panjang – Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi Qur’ani melalui penyelenggaraan Pekan Ceria Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai layanan pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an yang terintegrasi, sekaligus memperkuat sinergi antara program tahfizh dan kurikulum nasional di bawah naungan yayasan. Sekolah Genetika Qur’an (13/07/26) Mengusung tagline “Tahfizh Mumtaz, Sekolah Tuntas”, Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat terus berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang saling mendukung, sehingga peserta didik dapat berkembang secara utuh, baik dari sisi keilmuan maupun spiritual. Pada bidang pembinaan Al-Qur’an, yayasan menghadirkan sejumlah program unggulan. LTQA (Lingkar Tahfizh Qur’an Anak) menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak untuk belajar membaca, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Sementara itu, FHQ (Forum Halaqoh Qur’aniyah) dirancang sebagai sarana pembinaan Al-Qur’an bagi ibu rumah tangga dan lanjut usia, sehingga semangat mempelajari Al-Qur’an dapat tumbuh di seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, program tahfizh juga menjadi bagian integral dari proses pendidikan di lingkungan sekolah. Melalui pendampingan yang terstruktur, peserta didik dibimbing untuk menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz, sejalan dengan pembelajaran akademik yang mereka tempuh. Dalam bidang pendidikan formal, Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat menaungi berbagai jenjang pendidikan yang dirancang secara berkesinambungan, mulai dari PAUD Markazul Qur’an, SD Markazul Qur’an, SMP Markazul Qur’an, SMA Markazul Qur’an, hingga SMA Genetika Al-Qur’an. Setiap satuan pendidikan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, penguatan karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, serta pembinaan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam proses belajar. Ketua Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat, Ustadz Muhardika, Lc, Al-Hafizh menyampaikan bahwa sinergi antara program tahfizh dan kurikulum nasional merupakan ikhtiar yayasan dalam mencetak generasi yang unggul dan berkarakter Islami. “Kami meyakini bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, pembinaan akhlak, dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Melalui Pekan Ceria ini, kami ingin memperkenalkan komitmen Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, mulai dari usia dini hingga lansia, dengan pembinaan tahfizh yang terintegrasi. Semoga langkah ini menjadi ikhtiar bersama dalam melahirkan generasi Qur’ani yang siap menjadi pemimpin masa depan.” Melalui penyelenggaraan Pekan Ceria, Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat berharap masyarakat dapat mengenal lebih dekat layanan pendidikan dan pembinaan yang tersedia. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat kolaborasi antara yayasan, orang tua, dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem pendidikan Islam yang berkualitas dan berkelanjutan. Ke depan, Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi dalam bidang pendidikan dan tahfizh sehingga mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kompetensi untuk memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Sebagai landasan seluruh program, tagline “Tahfizh Mumtaz, Sekolah Tuntas” menjadi komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, mencetak generasi yang mencintai Al-Qur’an, berprestasi dalam akademik, dan siap memberikan manfaat bagi umat serta bangsa.



