SGQ
Uncategorized

Siswa Kelas X SMA Genetika Al-Qur’an Rampungkan Hafalan 30 Juz

sekolahgenetikaquran.sch.id – Sebuah kebahagiaan besar dirasakan keluarga besar SMA Genetika Al-Qur’an. Salah seorang siswanya dari kelas X berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz, pada hari ini menyetorkan hafalan terakhirnya di hadapan guru tahfiz. Jum’at (12 September 2025) Momen bersejarah itu disambut dengan rasa haru dan bangga. Suasana ruang tahfiz dipenuhi doa dan ucapan syukur, saat siswa tersebut melantunkan ayat-ayat terakhir dengan penuh khidmat. Para guru, teman sekelas, dan Satri perempuan lainnya, serta keluarga yang turut memberikan do’a dan dukungan. Kepala SMA Genetika Al-Qur’an Ustadzah. Ainul Huda, M.Pd menyampaikan Selamat dan tahniah kami sampaikan kepada ananda Faizah Qaribatullah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 Juz. “Semoga Allah menjaga hafalanmu, memberkahi ilmumu, dan menjadikanmu penerang bagi keluarga, bangsa, dan umat.” Sementara itu, pembimbing tahfiz menambahkan bahwa proses yang dilalui bukanlah hal mudah. Setiap hari siswa tersebut menjalani setoran hafalan, muraja’ah, dan bimbingan intensif. “Butuh kesabaran, ketekunan, dan komitmen tinggi. Alhamdulillah, hari ini ananda berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz,” tutur Ustadzah. Mike Sriwahyuni, S.Pd.I, Al-Hafizhoh Pencapaian ini sejalan dengan visi besar SMA Genetika Al-Qur’an yaitu “Menjadikan Al-Qur’an sebagai DNA Kehidupan.” Sekolah berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya menghafal, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Sebagai bentuk rasa syukur, sekolah berencana menggelar acara khusus tasyakur khatam 30 juz. Momen ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga Allah menjadikan hafalan ini sebagai cahaya dalam hidupnya, penolong di dunia dan akhirat, serta keberkahan bagi keluarga dan sekolah,” do’a salah seorang guru.

sd genetika quran
Uncategorized

“Sinergi Ilmu dan Iman: SD Genetika Al-Qur’an dengan Kurikulum Qur’ani dan ANBK”

sekolahgenetikaquran.sch.id – SD Genetika Al-Qur’an hadir sebagai sekolah dasar yang mengintegrasikan pendidikan umum dengan kurikulum Al-Qur’an. Sekolah ini berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani yang unggul, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga dalam pembinaan akhlak, ruhiyah, serta penguasaan teknologi modern. Kurikulum Al-Qur’an: Fondasi Pembentukan Karakter Kurikulum Al-Qur’an menjadi ciri khas utama SD Genetika Al-Qur’an. Setiap siswa diarahkan untuk: Mencintai dan menghafal Al-Qur’an sejak dini. Menghayati kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Membiasakan adab Islami dalam pergaulan, belajar, dan ibadah. Melalui pembelajaran tahfizh, tilawah, tahsin, serta tadabbur Al-Qur’an, sekolah berupaya menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan sebagai fondasi utama pembentukan karakter siswa. Integrasi dengan Kurikulum Nasional Selain menguatkan kurikulum Al-Qur’an, SD Genetika Al-Qur’an tetap menjalankan kurikulum nasional yang ditetapkan pemerintah. Perpaduan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memiliki kekuatan ruhiyah, tetapi juga kompetensi akademik yang mumpuni di bidang literasi, numerasi, dan sains. Para guru dibekali pelatihan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani ke dalam setiap mata pelajaran, sehingga setiap proses belajar menjadi wahana penanaman nilai Islam sekaligus peningkatan daya pikir kritis anak. Persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Sebagai sekolah yang berorientasi pada kualitas, SD Genetika Al-Qur’an juga menyiapkan siswa menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Persiapan dilakukan dengan: Latihan literasi dan numerasi sesuai standar nasional. Penguatan karakter melalui survei lingkungan belajar. Simulasi ANBK agar siswa terbiasa dengan sistem komputerisasi. Melalui persiapan ini, siswa diharapkan mampu mengikuti ANBK dengan percaya diri dan tetap menjunjung nilai kejujuran, disiplin, serta tanggung jawab. Mencetak Generasi Emas Qur’ani SD Genetika Al-Qur’an yakin bahwa dengan sinergi antara kurikulum Al-Qur’an, kurikulum nasional, dan kesiapan menghadapi ANBK, akan lahir generasi emas Qur’ani. Generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berdaya saing, dan siap menjadi bagian dari peradaban Islam di masa depan.

Maulid Nabi
Artikel

Pentingnya Mengingat Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ merupakan salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah umat manusia. Beliau adalah utusan Allah yang membawa risalah terakhir, menyempurnakan ajaran para nabi sebelumnya, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam. Allah ﷻ berfirman:  وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةًۭ لِّلْعَٰلَمِينَ “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107) Mengingat kelahiran Nabi bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk syukur, penghormatan, dan pengingat akan amanah besar yang dibawa oleh beliau. Berikut beberapa alasan mengapa mengingat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ sangat penting: 1. Bentuk Syukur kepada Allah Dengan lahirnya Nabi Muhammad ﷺ, manusia mendapatkan hidayah dan cahaya iman. Mengingat kelahiran beliau berarti mensyukuri nikmat terbesar yang Allah berikan, yaitu diutusnya seorang nabi penutup yang membimbing umat menuju jalan yang lurus. 2. Menguatkan Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ Cinta kepada Nabi adalah tanda keimanan. Rasulullah ﷺ bersabda:  “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada dirinya sendiri, orang tuanya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dengan mengingat kelahiran beliau, umat Islam semakin mengenal pribadi mulia Rasulullah ﷺ dan terdorong untuk meneladani akhlaknya. 3. Meneladani Perjuangan dan Akhlak Nabi Nabi Muhammad ﷺ dikenal sebagai sosok yang jujur, amanah, penuh kasih sayang, dan teguh dalam memperjuangkan kebenaran. Momentum mengingat kelahiran beliau menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 4. Memperkuat Ukhuwah Umat Islam Kegiatan mengingat kelahiran Nabi, baik berupa kajian, shalawat, atau majelis ilmu, dapat mempererat persaudaraan sesama muslim. Bersatu dalam cinta Rasulullah ﷺ akan memperkuat solidaritas umat dan menumbuhkan semangat kebersamaan. 5. Sebagai Motivasi dalam Berdakwah Nabi Muhammad ﷺ lahir pada masa penuh kegelapan, namun beliau berhasil mengubah peradaban dunia dengan cahaya Islam. Peristiwa kelahiran beliau menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk tetap semangat dalam berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam secara bijak. Mengingat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga sarana untuk memperkuat iman, menumbuhkan cinta kepada Rasul, serta meneladani perjuangan dan akhlaknya. Hal ini sejalan dengan perintah Allah agar umat Islam menjadikan Rasulullah sebagai teladan:  لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS. Al-Ahzab: 21) Dengan demikian, setiap kali umat Islam mengingat kelahiran Nabi, sejatinya mereka sedang memperbarui syukur, meneguhkan cinta, serta memperkuat komitmen untuk mengikuti ajarannya.

cooking class paud
Uncategorized

Anak PAUD Markazul Qur’an Antusias Ikuti Cooking Class Membuat Banana Nugget

sekolahgenetikaquran.sch.id – Suasana ceria terlihat di ruang kelas PAUD Markazul Qur’an pada kegiatan cooking class yang digelar, Senin (1/9/2025). Tema kali ini adalah membuat banana nugget, makanan sehat dan lezat yang digemari anak-anak. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik. Mereka belajar mengenal bahan-bahan sederhana, seperti pisang, tepung, cokelat, dan meses. Didampingi oleh guru. anak-anak terlihat bersemangat saat mengupas pisang, mencampur adonan, hingga menghias banana nugget sesuai kreativitas masing-masing. Kepala PAUD Markazul Qur’an menyampaikan bahwa kegiatan cooking class bertujuan menanamkan keterampilan hidup sejak dini, melatih motorik halus anak, serta menumbuhkan rasa percaya diri. “Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapat pengalaman nyata yang menyenangkan. Melalui kegiatan ini, mereka belajar bekerja sama, sabar menunggu, dan bangga dengan hasil karyanya sendiri,” ujarnya. Selain itu, cooking class juga menjadi sarana memperkenalkan gaya hidup sehat dengan memilih bahan alami. Anak-anak pun diajak untuk mensyukuri nikmat Allah SWT melalui makanan yang sederhana namun bermanfaat. Kegiatan diakhiri dengan sesi mencicipi hasil karya bersama. Wajah anak-anak tampak gembira saat menyantap banana nugget buatan mereka sendiri. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan semakin terasa, menjadikan kegiatan ini pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

Keutamaan alkahfi
Artikel

Hikmah Membiasakan Membaca Surah Al-Kahfi Setiap Jum’at

Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jum’at sudah menjadi tradisi yang hidup di banyak pesantren. Para santri terbiasa meluangkan waktu khusus untuk membaca surah yang berisi 110 ayat ini, baik secara bersama-sama (jama’i) maupun sendiri-sendiri, sebagai bentuk pengamalan sunnah Nabi ﷺ. Dalil Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi Banyak hadits yang menjelaskan keutamaan membaca Surah Al-Kahfi, di antaranya: 1. Terpelihara dari fitnah Dajjal Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.” (HR. Muslim, no. 809) 2. Mendapat cahaya pada hari Jum’at Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ “Barangsiapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan terpancar cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim, 2/399; dishahihkan Al-Albani) Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jum’at adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Hikmah Membaca Surah Al-Kahfi 1. Menguatkan iman dan tauhid Surah Al-Kahfi sarat dengan kisah penuh hikmah, seperti kisah Ashabul Kahfi (para pemuda beriman), Nabi Musa dan Khidir, pemilik dua kebun, serta kisah Dzulqarnain. Semua kisah itu mengajarkan keteguhan iman, kesabaran, dan pentingnya berlindung kepada Allah. 2. Menghadirkan ketenangan batin Membaca Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Kahfi di hari Jum’at, membuat hati santri lebih tenteram dan fokus dalam ibadah, menyambut hari-hari berikutnya dengan semangat baru. 3. Melatih kedisiplinan ibadah Kebiasaan membaca Surah Al-Kahfi setiap Jum’at menjadikan santri terbiasa disiplin dalam menjaga amalan sunnah, bukan hanya ibadah wajib. Hal ini mendidik mereka untuk konsisten dalam kebaikan. 4. Menjadi benteng dari fitnah zaman Isi Surah Al-Kahfi banyak berbicara tentang fitnah harta, ilmu, kekuasaan, dan keimanan. Dengan rutin membacanya, santri diingatkan agar berhati-hati menghadapi berbagai ujian kehidupan. Kebiasaan membaca Surah Al-Kahfi setiap hari Jum’at adalah amalan yang penuh berkah. Ia bukan sekadar rutinitas, melainkan ibadah yang mendekatkan kepada sunnah Rasulullah ﷺ, menjadi pelita di dunia dan di akhirat, serta perisai dari fitnah Dajjal dan godaan kehidupan.

anak sd
Uncategorized

Anak SD Kelas 2 Hafal 3 Juz Al-Qur’an, Siap Masuk Juz ke-4 di Sekolah Genetika Qur’an

sekolahgenetikaquran.sch.id – Prestasi luar biasa ditorehkan oleh seorang siswa Sekolah Genetika Qur’an. Di usianya yang masih belia, seorang anak kelas 2 SD sudah mampu menghafal 3 juz Al-Qur’an dan kini sedang bersiap melanjutkan ke juz ke-4. Aisyah silmi Atifah (8 tahun), siswa Sekolah Genetika Qur’an, yang kini menjadi sorotan karena ketekunannya dalam menghafal Al-Qur’an. Di tengah kesibukan belajar sebagai siswa kelas 2 SD, Aisyah mampu menyisihkan waktunya setiap hari untuk mengulang dan menambah hafalannya. Kini, dua juz sudah ia hafal dengan lancar: Juz 30, Juz 29 dan Juz 1, dan ia sedang berjalan masuk ke Juz 2. “Awalnya Aisyah memang suka mendengarkan murotal sejak kecil. Kami membiasakan tilawah bersama sebelum tidur,” ujar sang ibu. “Saat masuk di Sekolah Genetika Qur’an, semangatnya makin bertambah karena lingkungan yang positif dan penuh dukungan.” Sekolah Genetika Qur’an dikenal sebagai sekolah yang menggabungkan pendidikan umum dengan program tahfiz Al-Qur’an intensif. Di sini, para siswa didampingi oleh para ustaz dan ustazah yang berpengalaman dalam metode menghafal, dengan pendekatan yang sesuai dengan usia anak-anak. Metode fun learning, tahfiz story-based, dan visualisasi ayat menjadi ciri khas pendekatan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah ini. “Setiap anak memiliki potensi luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an. Tugas kami adalah menumbuhkan cinta Al-Qur’an terlebih dahulu, baru kemudian membimbing mereka secara bertahap sesuai kemampuan,” jelas Ustaz Budi Dartono, guru tahfiz Aisyah di sekolah. Ketekunan dan semangat Aisyah menjadi inspirasi bagi teman-temannya. Dalam kesehariannya, ia tetap bermain, belajar, dan beraktivitas seperti anak-anak lain. Namun, ada yang membedakannya — komitmen kuat untuk menjaga hafalan yang sudah ia miliki. “Kami tidak memaksa anak harus cepat banyak hafal. Yang terpenting adalah cinta Al-Qur’an dan menjaga hafalan dengan benar. Alhamdulillah, Aisyah sangat menikmati proses ini,” ujar orang tuanya. Target Aisyah adalah menyelesaikan hafalan 30 juz saat lulus SD. Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan yang kondusif, bukan hal yang mustahil target itu bisa tercapai. Semoga semakin banyak generasi muda seperti Aisyah yang tumbuh menjadi pecinta dan penjaga Al-Qur’an. Karena sejatinya, para penghafal Al-Qur’an adalah cahaya bagi umat dan penerus risalah Islam yang penuh keberkahan.

FHQ
Uncategorized

Keteguhan Hati Para Ibu Rumah Tangga Menghafal Al-Qur’an di Usia Senja

Forum Halaqoh Qur’aniyah, 5 Agustus 2025 – Tekad kuat dan semangat belajar tak mengenal usia. Itulah yang dibuktikan oleh para ibu rumah tangga, ibu rumah tangga kota padang panjang, sumatera barat, yang berhasil menghafal beragam juz masing-masing di usia senja. Pagi ini saya menghampiri salah satu pendopo tempat belajar Al-Qur’an yang berada di Markazul Qur’an Sumatera Barat, tempat para penghafal berkumpul dan yang belajar Al-Qur’an dari mulai usia anak-anak sampai lansia. Salah satunya adalah Kisah inspiratif tentang para ibu rumah tangga yang tidak lagi muda yang meluangkan waktu setiap hari senin sampai dengan hari sabtu pagi untuk menghafal Al-Quran, para ibu rumah tangga menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menghafal Al-Quran. Beberapa kisah menyoroti ibu yang mulai menghafal di usia senja, bahkan setelah pensiun, dan berhasil menghafal Al-Qur’an beberapa juz. Ibu Darmaizzeti: Mulai menghafal Al-Quran di usia 56 tahun IRT dan berhasil menghafal 7,5 juz. Ibu Rahma yulis :Mulai menghafal Al-Quran di usia 64 tahun setelah pensiun sebagai guru di SMAN 2 Padang Panjang dan berhasil menghafal 2 juz. Ibu Desasri Wahyuni :  Beliau menyelesaikan  hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz dan beliau juga sebagai salah satu wali murid daripada markazul qur’an sumatera barat yang anak-anaknya juga selesai hafalannya 30 juz di bangku smp. Ibu Syamsu Aini : Mulai menghafal Al-Quran di usia 58 tahun setelah pensiun sebagai guru di SMAN 2 Padang Panjang dan berhasil menghafal masuk 4 juz. Selain nama-nama di atas juga ada ibu-ibu yang ikut serta dalam berjuang menghafal Al-Quran. Ibu-ibu ini juga memiliki cita-cita yang sama “kalaupun Allah tidak kasih kami menyelesaikan Hafalan 30 juz, setidaknya kami sudah berusaha dan akhir hayat kami meninggalnya selalu bersama Al-Qur’an.” Kisah ini menunjukkan bahwa menghafal Al-Quran adalah sesuatu yang mungkin dilakukan oleh siapa saja, bahkan di usia yang tidak muda lagi. Dengan tekad dan dukungan keluarga, impian menjadi penghafal Al-Quran bisa terwujud. “Semoga semangat beliau menular pada kita semua yang muda-muda.”

PAUD Markazul Qur'an
Info PAUD

PAUD Markazul Qur’an: Mencetak Generasi Cinta Al-Qur’an Sejak Dini dengan Bimbingan Ustadzah yang Sabar dan Ikhlas

sekolahgenetikaquran.sch.id – Di tengah arus zaman yang semakin cepat dan penuh tantangan, kehadiran pendidikan usia dini berbasis Qur’an menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Salah satu lembaga yang hadir menjawab tantangan tersebut adalah PAUD Markazul Qur’an, yang memiliki visi besar: “Mencetak Generasi Cinta Al-Qur’an Sejak Dini dengan Bimbingan Ustadzah yang Sabar , Ikhlas, dan juga Penghafal Al-Qur’an.” Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Usia Dini Usia dini adalah masa emas (golden age) dalam pertumbuhan anak, di mana setiap nilai dan kebiasaan yang ditanamkan akan membekas hingga dewasa. Di PAUD Markazul Qur’an, anak-anak tidak hanya diajarkan membaca huruf hijaiyah, tetapi juga dikenalkan pada nilai-nilai mulia yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh kasih sayang. Dengan suasana belajar yang kondusif, anak-anak diajak untuk mencintai Al-Qur’an melalui kegiatan seperti hafalan surat-surat pendek, mendengarkan kisah para nabi, praktik adab islami sehari-hari, hingga pembiasaan dzikir dan doa-doa harian. Ustadzah yang Sabar dan Ikhlas: Kunci Pendidikan Bermakna Salah satu keunggulan PAUD Markazul Qur’an adalah kehadiran para ustadzah yang sabar, lembut, dan ikhlas dalam membimbing setiap anak. Mereka tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai teladan dalam akhlak dan spiritualitas. Kesabaran dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak dan keikhlasan dalam mengajarkan nilai-nilai Qur’ani menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak. Pembelajaran yang Holistik dan Islami Metode pembelajaran di PAUD Markazul Qur’an dirancang untuk menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Kegiatan harian dikemas dalam bentuk bermain sambil belajar, sehingga anak-anak tetap merasa senang dan tidak terbebani. Selain itu, penanaman nilai-nilai Islam dilakukan secara alami melalui kebiasaan harian yang konsisten, seperti mengucapkan salam, antri dengan tertib, tolong-menolong, serta mencintai kebersihan dan kedisiplinan. Harapan untuk Masa Depan Umat Melalui PAUD Markazul Qur’an, harapan besar itu terus ditanam: menciptakan generasi Muslim yang tumbuh dengan cinta terhadap Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman hidup, dan membawa cahaya Islam dalam kehidupan sehari-hari. Generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Karena sesungguhnya, ketika Al-Qur’an sudah melekat di hati sejak kecil, maka ia akan menjadi cahaya penuntun sepanjang hidup.

Info Yayasan
Info Yayasan

YAYASAN MARKAZUL QUR’AN LUNCURKAN PROGRAM BARU 2025

Sekolahgenetikaquran.sch.id – Yayasan Markazul Qur’an resmi meluncurkan serangkaian program unggulan tahun 2025, sebagai wujud komitmen dalam membina generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berprestasi. Peluncuran ini menjadi langkah strategis yayasan dalam memperluas layanan pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan umat. Program-program terbaru yang dihadirkan antara lain: 1. SQC (Student Qur’an Camp) – Program kemah Qur’an yang dirancang untuk melatih kemandirian, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui metode pembelajaran interaktif di asrama Markazul Qur’an. 2. PAUD Markazul Qur’an – Pendidikan Anak Usia Dini berbasis Qur’ani dengan visi “Mencetak Generasi Cinta Al-Qur’an yang Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Kreatif Sejak Dini”. 3. Panahan BERSANAD – Latihan memanah sesuai tuntunan sunnah dengan sanad keilmuan yang jelas sampai ke Rosulullah saw dan membina ketangkasan fisik juga mental. 4. MULAZAMAH – Program pembinaan intensif bersama asatidz fokus pada Tahfizh 30 juz dan pembinaan. 5. TAHSIN – Kelas perbaikan bacaan Al-Qur’an pesertanya terbuka untuk umum. 6. Karantina Tahfizh – Program intensif menghafal Al-Qur’an dalam memaksimalkan hafalan dalam 3 bulan. Ketua Yayasan Markazul Qur’an, Ustadz Muhardika, Lc, Al-Hafizh, menyampaikan bahwa program-program ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin memperoleh pendidikan Qur’ani yang komprehensif. “Kami ingin Markazul Qur’an menjadi rumah bagi para penuntut ilmu, semua lintas generasi dari anak-anak hingga lansia, dari yang baru mengenal huruf hijaiyah hingga yang bercita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an,” ujarnya. Dengan visi “Menjadikan Al-Qur’an Sebagai DNA Kehidupan”, Yayasan Markazul Qur’an optimis program ini akan menjadi kontribusi nyata dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

sekolah genetika quran
Info Sekolah

Santri Sekolah Genetika Al-Qur’an Selesai Hafalan Al-Qur’an 30 Juz, Gelar Tasyakuran dan Berbuka Bersama

Kabar membanggakan datang dari Sekolah Genetika Al-Qur’an Padang Panjang. Syifa Rusiana, siswi kelas IX, berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan menggelar acara Tasyakuran 30 Juz. pada Selasa, 18 Maret 2025. Prestasi Syifa ini tentu saja menjadi kebanggaan bagi pihak sekolah, keluarga, dan teman-temannya. Dalam pengumuman yang dirilis pihak Asrama Putri, terlihat foto Syifa Rusiana yang sedang mentasmikan hafalan terakhir pada Senin, 17 Maret 2025. Acara khatam hafalan digelar di Keasramaan Markazul Qur’an Sumatera Barat pada pukul 16.00 wib sd  berbuka puasa bersama. “Alhamdulillah Atas Karunia dan Rahmat Allah SWT Ananda Syifa dapat menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 Juz, selain Syifa Juga Insya Allah teman-teman yang lain akan ada yang menyusul menyelesaikan Hafalan Al-Qur’an 30 Juz Selanjutnya ” Sambut Ketua Yayasan Markazul Qur’an Sumatera Barat Ustadz Muhardika, Lc, Al-Hafizh. Prestasi yang diraih Syifa Rusiana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus bersemangat dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Semoga Syifa Rusiana dapat terus istiqomah dalam menjaga hafalannya dan menjadi generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. (J/MQ)

Scroll to Top
liburan bahagia bersama quran